ESG Readiness menjadi elemen penting dalam tata kelola perusahaan modern. Apalagi perusahaan kini dituntut siap mengelola risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola secara terstruktur. Kesiapan ESG membantu perusahaan menjaga kepatuhan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.
ESG Readiness dalam Konteks Korporasi
ESG Readiness menggambarkan tingkat kesiapan perusahaan dalam mengelola ESG sebagai sistem.
Kesiapan ini tidak hanya mencakup program, tetapi juga governance, data, dan kontrol internal.
1. Apa yang Dimaksud dengan ESG Readiness?
ESG Readiness adalah kemampuan perusahaan mengintegrasikan ESG ke dalam proses bisnis inti. Pendekatan ini memastikan ESG dikelola sebagai bagian dari manajemen risiko perusahaan. Fokusnya adalah konsistensi, akuntabilitas, dan kesiapan disclosure.
Baca juga: Customer Satisfaction Index (CSI): Strategi Pengukuran untuk Meningkatkan Kualitas Layanan
2. ESG sebagai Bagian dari Manajemen Risiko
Risiko ESG dapat berdampak langsung pada operasional dan reputasi perusahaan. Kesiapan ESG membantu perusahaan mengidentifikasi dan memitigasi risiko non-keuangan sejak dini. Dengan sistem yang tepat, ESG mendukung pengambilan keputusan yang lebih matang.
Regulasi dan Tuntutan Stakeholder terhadap ESG
Penerapan ESG di Indonesia didorong oleh regulasi dan ekspektasi pasar. Perusahaan dituntut menyesuaikan tata kelola dengan standar keberlanjutan yang semakin jelas.
1. Regulasi ESG di Indonesia
Salah satu regulasi utama adalah POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Regulasi tersebut mewajibkan perusahaan tertentu menyusun dan menyampaikan laporan keberlanjutan. Kepatuhan ESG kini menuntut data yang rapi dan dapat ditelusuri.
Baca juga: Kelas Online ESG Fundamental untuk Bisnis Berkelanjutan
2. Ekspektasi Investor dan Pasar
Investor menilai kinerja ESG sebagai indikator kualitas tata kelola dan risiko perusahaan. Pasar semakin menghargai perusahaan dengan praktik keberlanjutan yang kredibel. ESG Readiness membantu perusahaan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.
Tantangan Umum dalam Penerapan ESG Perusahaan
Banyak perusahaan telah memulai ESG, tetapi belum sepenuhnya siap secara sistem. Tantangan utama sering muncul pada aspek data, koordinasi, dan strategi.
1. Tantangan Tata Kelola dan Data
Data ESG sering tersebar di berbagai unit tanpa standar yang seragam. Kondisi ini menyulitkan konsistensi pelaporan dan proses audit. Tanpa kontrol internal, risiko kesalahan dan inkonsistensi meningkat.
2. Tantangan Strategi dan Implementasi
Program ESG sering berjalan tanpa roadmap yang jelas. Target dan indikator belum sepenuhnya terhubung dengan strategi bisnis. Akibatnya, ESG belum memberikan nilai strategis optimal.
Baca juga: Strategi Meningkatkan ESG Rating Perusahaan
Peran ESG Corporate Assistance dalam Meningkatkan ESG Readiness
ESG Corporate Assistance merupakan salah satu services dari Olahkarsa yang dapat membantu perusahaan menata ESG secara end-to-end. Pendampingan ini memastikan ESG dikelola sebagai sistem, bukan inisiatif terpisah, melalui penerapan:
1. ESG Blueprint dan Roadmap
ESG Blueprint membantu perusahaan memetakan visi dan arah ESG jangka panjang. Sedangkan, Roadmap ESG menyusun tahapan implementasi yang realistis dan terukur. Dua pendekatan tersebut membantu perusahaan fokus pada prioritas yang paling relevan.
2. ESG Rating Assistance
ESG Rating Assistance membantu perusahaan memahami posisi kinerja ESG saat ini. Pendampingan dilakukan melalui gap analysis terhadap kriteria penilaian ESG. Hasilnya mendukung peningkatan skor dan kredibilitas perusahaan.
Baca juga: Level Up Your ESG Reporting with ESGTrack.AI
ESG Readiness sebagai Fondasi Daya Saing Bisnis
ESG Readiness bukan sekadar pemenuhan kewajiban. Sebab, kesiapan ESG dapat memperkuat reputasi dan ketahanan perusahaan menghadapi perubahan. Dengan sistem ESG yang matang, perusahaan lebih siap menghadapi tuntutan masa depan.
Apabila perusahaanmu membutuhkan pendampingan dalam penerapan ESG, silahkan hubungi Minno untuk informasi lebih lanjut 08112130130.
Referensi:
- ESG Disclose. (2025). ESG Readiness assessment.
- International Journal of Science & Society. (2025). Sustainable Accounting and Environmental, Social, and Governance (ESG) Reporting: Challenges and Implementation in Indonesian Companies.
- Institute of Enterprise Risk Practitioners. (2023). ESG readiness: What makes an organisation ESG ready?
- Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara. (2017). Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.