TAMASYA sering dipersepsikan sebagai program penitipan anak semata. Padahal, dalam konteks PROPER, TAMASYA diposisikan sebagai bagian dari penilaian Inovasi Sosial.
TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak dilaksanakan di Tempat Penitipan Anak (TPA). Secara praktis, TAMASYA dapat dipahami sebagai pendekatan pengasuhan yang tidak berhenti pada fasilitas, tetapi mendorong sistem pendampingan yang terstruktur.
Memahami TAMASYA dalam konteks PROPER
Mengapa TAMASYA dikaitkan dengan Inovasi Sosial
Dalam kerangka PROPER, inovasi sosial dipahami sebagai bentuk pemberdayaan yang lebih efektif dari solusi yang ada. Inovasi sosial juga mendorong perbaikan kapabilitas, hubungan sosial, pemanfaatan aset dan sumber daya yang lebih baik. Dengan logika tersebut, TAMASYA dinilai dapat menghadirkan sistem pengasuhan yang dapat dikelola, ditingkatkan, dan ditelusuri dampaknya.
Baca juga: Customer Satisfaction Index (CSI): Strategi Pengukuran untuk Meningkatkan Kualitas Layanan
Posisi TAMASYA dalam Penilaian Inovasi Sosial
1. TAMASYA sebagai salah satu aspek penilaian
TAMASYA tercantum sebagai salah satu aspek dalam penilaian Inovasi Sosial. Di bagian yang sama, penilaian juga mencakup komponen Program Inovasi Sosial serta Social Return on Investment (SROI).
Dalam implikasinya, tidak semua inovasi sosial harus berbentuk TAMASYA. Namun, jika perusahaan memilih TAMASYA, maka implementasinya perlu memenuhi indikator yang ditetapkan agar nilainya “terbaca” dalam penilaian.
2. Kapan TAMASYA menjadi strategi yang masuk akal
TAMASYA biasanya lebih relevan ketika perusahaan memiliki salah satu kondisi berikut:
- Memiliki basis pekerja yang membutuhkan dukungan pengasuhan anak.
- Memiliki komunitas sekitar yang membutuhkan penguatan layanan pengasuhan.
- Sudah bermitra dengan TPA, tetapi belum punya sistem monitoring yang rapi.
- Ingin memastikan program sosial tidak berhenti pada aktivitas seremonial.
Baca juga: Sustainable Livelihood Framework dalam Inovasi Sosial
Indikator Penilaian TAMASYA yang Perlu Dipahami
Indikator TAMASYA pada dasarnya menilai “sistem pendampingan” yang berjalan. Skemanya terdiri dari empat bentuk pendampingan berikut.

1. Pendampingan pengasuh
Fokusnya pada peningkatan kompetensi pengasuh TAMASYA. Pendampingan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pengasuhan diperkuat dari aktor utamanya.
2. Pendampingan anak
Fokusnya pada pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara periodik. Elemen periodik penting karena membedakan program berbasis proses dari program berbasis momen.
Baca juga: Integrasi Eco Inovasi ke LCA, Ekonomi Sirkular, & Nilai Ekonomi Karbon
3. Pendampingan orang tua dan keluarga
Fokusnya pada dua hal. Pertama, pemberian rapor atau umpan balik kepada orang tua atau keluarga. Kedua, penyelenggaraan kelas pengasuhan bagi orang tua atau keluarga. Keterlibatan orang tua membuat perubahan perilaku lebih realistis untuk bertahan.
4. Fasilitasi rujukan layanan
Fokusnya pada fasilitasi rujukan agar anak memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan. Bagian ini krusial ketika kebutuhan anak melampaui layanan dasar di TPA.
Cara Menyiapkan Program TAMASYA yang Lebih Rapi dan Terukur
Bagian ini adalah praktik baik untuk membantu program lebih mudah dieksekusi dan dibuktikan.
1. Mulai dari desain program yang sederhana
Tentukan sasaran program, lokasi TPA, dan penerima manfaat utama. Setelah itu, susun alur layanan dari pendaftaran, pendampingan rutin, evaluasi, hingga rujukan.
2. Tetapkan indikator internal yang konsisten
Selaraskan indikator internal dengan empat bentuk pendampingan TAMASYA. Pastikan indikator mudah diukur, frekuensinya jelas, dan penanggung jawabnya tegas.
3. Rapikan sistem dokumentasi sejak awal
Dokumentasi yang rapi bukan sekadar foto kegiatan. Dokumentasi yang kuat biasanya memuat catatan proses, jadwal pelaksanaan, rekap pemantauan, serta bukti tindak lanjut.
Baca juga: SROI: Cara Mengukur Dampak Sosial Program Secara Kuantitatif dan Terukur
Checklist Bukti Dukung yang Umumnya Dicari
Berikut contoh bukti dukung yang sering membantu pembuktian program, tanpa mengunci pada format tertentu:
- Catatan peningkatan kompetensi pengasuh, termasuk materi dan evaluasi.
- Rekap pemantauan tumbuh kembang anak secara periodik.
- Format rapor atau umpan balik untuk orang tua dan bukti distribusinya.
- Materi kelas pengasuhan, daftar hadir, dan ringkasan hasil pembelajaran.
- SOP atau alur rujukan, serta bukti rujukan yang telah dijalankan.
Baca juga: Strategi Meningkatkan ESG Rating Perusahaan
Kesalahan Umum yang Membuat TAMASYA “Tidak Terbaca”
Beberapa pola ini sering terjadi dalam implementasi program pengasuhan:
- Program kuat di fasilitas, lemah di sistem pendampingan.
- Monitoring tidak konsisten, sehingga data sulit ditelusuri.
- Kelas pengasuhan ada, tetapi rapor umpan balik tidak berjalan rutin.
- Rujukan disebutkan, tetapi alur dan mitra layanan tidak jelas.
TAMASYA dalam PROPER pada dasarnya menilai apakah sistem pengasuhan dijalankan secara terstruktur. Jika perusahaan ingin Inovasi Sosial yang lebih terukur dan berkelanjutan, TAMASYA bisa menjadi salah satu opsi yang kuat, terutama jika perusahaanmu memiliki tujuan mendapatkan PROPER Emas.
Baca juga: Eco Inovasi di PROPER sebagai Katalis Transformasi Hijau
Olahkarsa sebagai end-to-end corporate sustainability management menghadirkan solusi terintegrasi bagi klien korporasi, khususnya dalam pelaksanaan inovasi sosial. Melalui pendampingan PROPER Emas, Olahkarsa mendukung strategi corporate sustainability dan implementasi sustainability initiatives yang terstruktur. Tim ahli kami memiliki pengalaman kuat dalam ESG consulting Indonesia dan layanan sustainability consulting lintas sektor industri.
Kami membantu perusahaan menyusun strategi sustainability management, penguatan tata kelola, serta integrasi aspek lingkungan dan sosial. Pendekatan ini terhubung dengan pengukuran social return on investment (SROI) melalui metodologi yang selaras dengan penilaian dan verifikasi independen.
Olahkarsa juga menyediakan ESG digital platform yang mendukung pelaporan, ESG rating consulting, dan pemantauan kinerja berkelanjutan secara real-time. Kami melengkapi proses tersebut dengan sustainability training yang relevan bagi tim internal dan pemangku kepentingan utama perusahaan.
Jika perusahaanmu ingin memperkuat inovasi sosial dan meraih peringkat PROPER Emas, mari berkolaborasi bersama Olahkarsa. Hubungi tim kami untuk merancang strategi pendampingan menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga implementasi, monitoring, dan pelaporan akhir.
Hubungi Minno untuk informasi lebih lanjut: 08112130130
Referensi:
- LH/BPLH. (2025). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup BPLH Nomor 7 Tahun 2025 tentang PROPER.