SDGs atau Sustainable Development Goals merupakan kerangka pembangunan global yang disepakati oleh seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, dan memastikan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia pada tahun 2030.
Sustainable Development Goals menjadi panduan bersama bagi pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan komunitas global dalam membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Baca juga: Peran AI dalam Strategi ESG yang Lebih Efektif
Apa Itu SDGs
Sustainable Development Goals (SDGs) adalah bagian inti dari Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, yang diadopsi secara resmi pada tahun 2015 oleh seluruh negara anggota PBB.
SDGs sendiri terdiri dari 17 tujuan global dan 169 target yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara terintegrasi.
Berbeda dengan agenda pembangunan sebelumnya, SDGs bersifat universal, artinya berlaku untuk seluruh negara, baik negara maju maupun berkembang. SDGs juga mengedepankan prinsip inklusivitas, dengan komitmen kuat agar tidak ada satu pun pihak yang tertinggal (No One Left Behind).
Baca juga: SROI Metode Strategis Menilai Dampak Sustainability Initiative
Latar Belakang Lahirnya SDGs
SDGs atau Sustainable Development Goals tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari proses panjang kerja sama global dalam pembangunan berkelanjutan.
Upaya ini dimulai sejak Earth Summit 1992 di Rio de Janeiro, yang menghasilkan Agenda 21 sebagai rencana aksi global pembangunan berkelanjutan.
Selanjutnya, pada tahun 2000, dunia menyepakati Millennium Development Goals (MDGs) yang berfokus pada pengurangan kemiskinan ekstrem hingga 2015.
Seiring berkembangnya tantangan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan degradasi lingkungan, komunitas internasional menyadari perlunya agenda pembangunan yang lebih komprehensif.
Momentum pentingnya terjadi pada Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan tahun 2012, yang melahirkan dokumen The Future We Want dan memulai proses penyusunan SDGs.
Proses ini berpuncak pada tahun 2015, ketika dunia menyepakati Agenda 2030 bersamaan dengan beberapa perjanjian global penting lainnya, termasuk Paris Agreement tentang Perubahan Iklim, Sendai Framework untuk Pengurangan Risiko Bencana, dan Addis Ababa Action Agenda tentang Pembiayaan Pembangunan.
Baca juga: ESG Blueprint sebagai Fondasi Konsistensi ESG Perusahaan
17 Tujuan SDGs dan Pendekatan Terintegrasi
Keunikan SDGs terletak pada pendekatan terintegrasi yang saling terkait. Setiap tujuan tidak berdiri sendiri, kemajuan di satu sektor akan memengaruhi sektor lainnya.

Sebagai contoh, pengentasan kemiskinan berkaitan erat dengan akses pendidikan, layanan kesehatan, kesetaraan gender, penciptaan lapangan kerja, serta perlindungan lingkungan.
Oleh karena itu, SDGs mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini menjadikan SDGs sebagai kerangka strategis.
Baca juga: Green Economy sebagai Arah Baru Strategi Bisnis di Indonesia
Prinsip Utama SDGs
Pelaksanaan SDGs berlandaskan pada beberapa prinsip kunci:
- Universal: Berlaku untuk seluruh negara tanpa pengecualian.
- Terintegrasi: Menghubungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
- Inklusif: Mengutamakan kelompok paling rentan.
- Berbasis hak asasi manusia.
- Kemitraan global: Melibatkan semua pemangku kepentingan.
Prinsip-prinsip tersebut memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas hidup dan keberlanjutan jangka panjang.
Baca juga: Rekomendasi Software ESG untuk Sustainability Report
Peran PBB dan High-Level Political Forum
Setelah pengesahan SDGs, PBB membentuk High-level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) sebagai platform utama untuk pemantauan dan evaluasi kemajuan SDGs secara global.
Forum tersebut menjadi ruang dialog tahunan bagi negara, organisasi internasional, sektor swasta, dan masyarakat sipil.
Di tingkat teknis, Division for Sustainable Development Goals (DSDG) di bawah Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB berperan dalam penyediaan data, penguatan kapasitas, serta advokasi dan kemitraan untuk mendukung implementasi SDGs di berbagai sektor, mulai dari energi, air, iklim, hingga teknologi dan inovasi.
Baca juga: Membangun Ketahanan Pangan Komunitas
SDGs dan Peran Seluruh Pemangku Kepentingan
Pencapaian SDGs tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, komunitas lokal, dan individu memiliki peran strategis dalam mewujudkan Agenda 2030.
Kontribusi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti:
- Integrasi SDGs dalam strategi bisnis dan investasi.
- Inovasi teknologi ramah lingkungan.
- Pembiayaan berkelanjutan.
- Edukasi dan peningkatan kapasitas.
- Kemitraan lintas sektor.
Kreativitas, pengetahuan, dan sumber daya dari seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci percepatan pencapaian tujuan global ini.
Baca juga: Lanskap Regulasi Keberlanjutan dan Tekanan Global terhadap Dunia Usaha
Mengapa SDGs Penting untuk Masa Depan
SDGs bukan hanya agenda global, tetapi juga peta jalan menuju masa depan yang lebih stabil, adil, dan berkelanjutan. Tantangan seperti krisis iklim, ketimpangan sosial, dan ketahanan ekonomi tidak dapat diselesaikan secara parsial.
Dengan SDGs, dunia memiliki bahasa bersama, tujuan yang jelas, dan kerangka kerja kolaboratif untuk memastikan pembangunan hari ini tidak mengorbankan generasi mendatang.
SDGs adalah fondasi pembangunan global yang menempatkan manusia, planet, dan kemakmuran dalam satu kerangka terpadu.
Agenda 2030 mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan perubahan, dari kebijakan publik hingga aksi di tingkat komunitas.
Keberhasilan SDGs akan sangat ditentukan oleh sejauh mana komitmen global diterjemahkan menjadi tindakan, konsisten, dan inklusif. Sebab, masa depan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dari sekarang.
Referensi
- United Nations. (2026). The 17 Goals.
- United Nations Development Programme. (2025). The SDGs in Action.
- LOCALISE SDGs Indonesia. (2025). Sustainable Development Goals.