Mengikuti kelas online ESG Fundamental dapat membantu organisasi menilai risiko dan peluang keberlanjutan yang memengaruhi kinerja jangka panjang. Banyak investor memasukkan faktor ESG ke analisis dan keputusan investasi mereka. Karena itu, perusahaan perlu memahami ESG secara konseptual dan operasional.
Salah satunya adalag kursus ESG Fundamental di NOOVA yang dirancang untuk membentuk fondasi yang rapi dan aplikatif. Kursus ini membahas konsep, pilar, strategi, roadmap, disclosure, hingga studi kasus lintas sektor.
Yuk, cari tahu lebih dalam terkait kelas online ESG Fundamental: Core Principles for Sustainable Business di NOOVA – Sustainability Digital Learning.
Baca juga: Olahkarsa Luncurkan NOOVA: Sustainability Digital Learning
Memahami ESG sebagai Kerangka Kerja Bisnis
ESG adalah cara sistematis melihat dampak dan ketahanan perusahaan dari tiga pilar utama. Kerangka tersebut menekankan keterukuran, tata kelola, dan konsistensi pengambilan keputusan.
ESG membantu perusahaan membaca risiko reputasi, regulasi, operasional, dan pasar. ESG juga membantu mengidentifikasi peluang efisiensi, inovasi, dan pembiayaan berkelanjutan.
Selain itu, di dunia yang semakin modern, kebutuhan transparansi semakin meningkat karena tuntutan investor, pelanggan, dan regulator. Standar disclosure global mendorong informasi yang relevan dan berguna untuk keputusan pendanaan.
Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Keberlanjutanmu Lewat Sustainability Training CSDS
Dalam praktiknya, IFRS (International Financial Reporting Standards) S1 (Sustainability 1) menekankan pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan yang material. Sedangkan, IFRS S2 menekankan pengungkapan risiko dan peluang terkait iklim. Lalu, TCFD (Task Force on Climate-Related Financial Disclosures) merangkum disclosure dalam empat pilar yang mudah dioperasionalkan.
Perbedaan ESG, TJSL, dan Sustainability
Berikut adalah perbedaan ESG, TJSL, dan Sustainability secara singkat:
- Sustainability adalah tujuan besar tentang keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan jangka panjang.
- TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) berupa program yang menonjolkan kontribusi sosial perusahaan.
- ESG lebih dekat pada pengukuran kinerja, risiko, dan akuntabilitas tata kelola. ESG biasanya menuntut target, metrik, dan proses yang dapat ditinjau ulang.
Namun, dalam implementasinya masih banyak tim menyamakan program TJSL dengan strategi ESG yang terintegrasi. Padahal ESG perlu melekat pada strategi, risiko, dan proses bisnis harian. Kekeliruan ini membuat laporan terlihat ramai akan aksi, tetapi dampaknya sulit dibuktikan. Jika hal tersebut terjadi, program sosial dapat dikatakan sebagai greenwashing.
Baca juga: Membangun Bisnis Berkelanjutan Melalui Corporate Sustainability School
Sejarah Singkat Perkembangan ESG
ESG berkembang seiring meningkatnya kebutuhan investor terhadap informasi non-keuangan yang relevan. Prinsip investasi bertanggung jawab membantu mempercepat adopsi ESG di pasar global. Seiring waktu, pendekatan disclosure makin terstruktur dan dapat dibandingkan lintas perusahaan. Hal ini menuntut organisasi membangun sistem data dan tata kelola yang konsisten.
Baca juga: ESG Consulting Kunci Masa Depan Bisnis Berkelanjutan
Begitupun dengan narasi keberlanjutan. Narasi keberlanjutan tetap penting, tetapi data memperkuat kredibilitas dan pengambilan keputusan. Standar pelaporan membantu mengurangi ketidakselarasan informasi antar organisasi.
- GRI (Global Reporting Initiative) membantu organisasi melaporkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial secara transparan.
- IFRS membantu mengaitkan risiko keberlanjutan dengan keputusan penyediaan sumber daya.
Tiga Pilar ESG yang Saling Menguatkan
Pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola tidak berjalan sendiri-sendiri. Kelemahan satu pilar dapat merusak pilar lain, termasuk kepercayaan publik. Kekuatan ESG (Environment, Social, Governance) muncul saat ketiga pilar terhubung dalam strategi dan eksekusi.
1. Pilar Environmental dalam Praktik (E)
Pilar lingkungan membahas emisi, energi, air, limbah, dan dampak ekosistem. Organisasi perlu memahami risiko fisik dan risiko transisi terkait iklim.
Risiko fisik terkait cuaca ekstrem dan gangguan aset atau rantai pasok. Sedangkan, risiko transisi terkait perubahan kebijakan, teknologi, dan preferensi pasar. Pengelolaan lingkungan yang baik mendorong efisiensi biaya dan inovasi operasional.
2. Pilar Social yang Berorientasi Dampak (S)
Pilar sosial mencakup keselamatan kerja, hak pekerja, dan kesejahteraan komunitas. Aspek ini juga mencakup inklusi, kesetaraan, dan kualitas hubungan dengan pemangku kepentingan.
Pendekatan sosial yang kuat mengurangi konflik sosial dan memperkuat lisensi sosial beroperasi. Pengukuran dampak sosial membantu organisasi melihat hasil, bukan hanya aktivitas.
3. Pilar Governance sebagai Penguat Kepercayaan (G)
Pilar tata kelola menekankan akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan yang efektif. Tata kelola yang baik membantu melindungi investor dan membangun kepercayaan pasar.
Peran dewan menjadi penting dalam pengawasan strategi dan manajemen risiko. Governance juga memastikan kebijakan dijalankan konsisten, bukan sekadar dokumen.
Baca juga: Strategi Meningkatkan ESG Rating Perusahaan
Membangun Strategi dan Roadmap Implementasi ESG
Implementasi ESG perlu strategi agar tidak berhenti pada kampanye internal. Strategi membantu menentukan prioritas berdasarkan risiko, peluang, dan materialitas.
Roadmap membantu membagi kerja menjadi fase yang realistis dan terukur. Roadmap yang baik memperjelas pemilik program, indikator, dan jadwal evaluasi. Lalu bagaimana membangun roadmap ESG yang relevan dan kredibel?
- Mulailah dengan baseline data dan pemetaan isu yang paling relevan.
- Tentukan target jangka pendek, menengah, dan panjang yang masuk akal.
- Susun program lintas fungsi agar ESG terintegrasi ke proses bisnis.
- Bangun mekanisme monitoring agar kemajuan terlihat dan mudah dikoreksi.
Baca juga: Bangun Tim Perusahaan yang Tangguh Lewat Sustainability Training
Disclosure ESG yang Kredibel dan Konsisten
Disclosure membantu pihak eksternal memahami risiko dan kesiapan organisasi. IFRS S1 menekankan informasi yang berguna untuk keputusan penyediaan sumber daya. Lalu, IFRS S2 menekankan informasi iklim yang relevan bagi pengguna laporan umum. TCFD menekankan governance, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Hingga GRI yang menekankan transparansi dampak organisasi pada ekonomi, lingkungan, dan manusia.
Disclosure ESG yang kredibel dan konsisten menjadi hal yang penting untuk menghindari greenwashing. Greenwashing sering muncul saat klaim tidak didukung data dan tata kelola. Klaim perlu konsisten dengan target, kebijakan, dan bukti implementasi. Audit internal dan kontrol juga jadi salah satu aspek yang dapat menilai kualitas data untuk membantu menjaga integritas disclosure.
Baca juga: Pelatihan CIFRS: Cara Memahami Standar Pelaporan Keuangan
Siapa yang Paling Cocok Mengikuti Kursus ESG Fundamental
Kursus ESG Fundamental cocok untuk kamu yang:
- Seorang profesional atau praktisi TJSL/ESG/Sustainability.
- Manajer atau pengambil keputusan di organisasi.
- Mahasiswa atau akademisi yang ingin mendalami bisnis berkelanjutan.
- Individu yang ingin memahami dasar-dasar keberlanjutan dan tata kelola perusahaan.
Kelas online ESG Fundamental, akan membantu kamu lebih paham perbedaan ESG, CSR, dan sustainability secara jelas. Kamu akan memahami keterkaitan tiga pilar ESG dalam praktik operasional dengan gambaran strategi, roadmap, dan prinsip disclosure yang benar. Kamu juga akan lebih siap berdiskusi dengan pemangku kepentingan secara berbasis data.
Baca juga: TAMASYA PROPER: Aspek Penilaian Inovasi Sosial
Belajar ESG Fundamental Melalui NOOVA
NOOVA adalah platform belajar online yang berfokus pada corporate sustainability dan ESG. Platform ini mendukung pembelajaran fleksibel, kapan saja, dan dari mana saja.
NOOVA juga diperkenalkan sebagai sustainability digital learning oleh Olahkarsa. Kursus ESG Fundamental menjadi pintu masuk yang rapi untuk perjalanan ESG kamu.

Nanti, kamu akan dibimbing oleh Unggul Yoga Ananta S.TR.Sos., M.M., CSRS., CSP (Co-Founder Olahkarsa dan Dosen praktisi Magister Manajemen Entrepreneurial Sustainability Management (ESM) di Universitas Ciputra). Beliau membawakan materi fondasional yang menghubungkan konsep dan implementasi.
Akses Kelasnya Sekarang di Noova.id
Kalau kamu ingin mulai ESG dengan struktur yang jelas, ambil kelasnya sekarang. Kunjungi Noova.id untuk akses kursus ESG Fundamental.
Dengan NOOVA, belajar ESG jadi #SemudahItu. Jadilah praktisi ESG/TJSL/Sustainability yang relevan dengan regulasi industri saat ini.
Referensi:
- IFRS. (2025). IFRS S1 General Requirements for Disclosure of Sustainability-related Financial Information.
- IFRS. (2025). IFRS S2 Climate-related Disclosures.
- Corporate Governance Institute. (2025). What is the difference between CSR and ESG?
- OECD. (2023). G20/OECD Principles of Corporate Governance 2023.