Perusahaan kini memiliki kewajiban membuat sustainability report. Hal ini dapat dilihat dari beberapa tahun terakhir, bahwa sustainability report tidak lagi dipandang sebagai pelengkap komunikasi perusahaan. Laporan ini telah menjadi dokumen strategis yang mencerminkan tata kelola, manajemen risiko, serta kesiapan perusahaan menghadapi tantangan bisnis jangka panjang.
Di Indonesia, kewajiban membuat sustainability report semakin menguat seiring meningkatnya tuntutan regulator, investor, dan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas kinerja keberlanjutan perusahaan.
Baca juga: Sustainable Livelihood Framework dalam Inovasi Sosial
Apa Itu Sustainability Report?
Sustainability report atau laporan keberlanjutan adalah laporan resmi yang memuat kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan dalam menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan.
Laporan ini tidak hanya menjelaskan apa yang dilakukan perusahaan, tetapi juga bagaimana dampaknya terhadap pemangku kepentingan dan lingkungan sekitar.
Selain itu, sustainability report berbeda dengan laporan CSR yang cenderung berfokus pada program sosial, sustainability report:
- Terintegrasi dengan strategi bisnis.
- Mengukur risiko dan peluang ESG.
- Menggunakan indikator dan standar yang terstruktur.
- Menjadi dasar pengambilan keputusan bagi investor dan regulator.
Baca juga: Sustainability Management: Pengertian, Peran, & Strategi
Kenapa Perusahaan Wajib Membuat Sustainability Report?
1. Kewajiban Regulasi di Indonesia
Di Indonesia, kewajiban sustainability report diatur secara jelas oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan.
Regulasi ini mewajibkan Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik untuk:
- Menerapkan keuangan berkelanjutan.
- Menyusun dan mempublikasikan Laporan Keberlanjutan setiap tahun.
Ketentuan ini bersifat mengikat dan bertahap, dengan sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan.
Baca juga: ESG Readiness: Fondasi Manajemen Risiko dan Kepatuhan Perusahaan
2. Tuntutan Investor dan Akses Pendanaan
Investor saat ini tidak lagi hanya melihat laporan keuangan. Mereka juga menilai:
- Risiko perubahan iklim.
- Tata kelola perusahaan.
- Dampak sosial dan lingkungan.
- Ketahanan model bisnis jangka panjang.
Sustainability report menjadi alat utama investor untuk menilai kredibilitas dan kesiapan ESG perusahaan, terutama dalam konteks, Green financing, Sustainability-linked loans, hingga Obligasi hijau dan transisi.
Sustainability Report sebagai Alat Manajemen Risiko
Melalui sustainability report, perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengelola:
- Risiko fisik (banjir, cuaca ekstrem, krisis air).
- Risiko transisi (regulasi, pajak karbon, standar global).
- Risiko reputasi dan rantai pasok.
Pendekatan ini membantu perusahaan lebih siap dan adaptif terhadap perubahan eksternal. Selain itu, proses penyusunan laporan keberlanjutan mendorong fondasi good corporate governance, seperti:
- Keterlibatan direksi dan dewan komisaris.
- Integrasi ESG ke dalam SOP dan kebijakan.
- Peningkatan kualitas data dan pelaporan internal.
Baca juga: Integrasi Eco Inovasi ke LCA, Ekonomi Sirkular, & Nilai Ekonomi Karbon
Dampak Strategis Sustainability Report bagi Perusahaan
Transparansi yang konsisten dapat membangun kepercayaan investor, reputasi di mata regulator, serta loyalitas pelanggan dan mitra bisnis.
Perusahaan yang terbuka mengenai tantangan dan progres keberlanjutan dinilai lebih kredibel dibanding yang hanya menyampaikan klaim sepihak.
Selain itu, sustainability report membantu perusahaan:
- Menyelaraskan strategi bisnis dengan agenda global.
- Mengidentifikasi peluang inovasi berkelanjutan.
- Menjadi bagian dari rantai pasok global yang bertanggung jawab.
Dalam konteks global, laporan keberlanjutan kini menjadi lisensi tidak tertulis untuk tetap relevan dan kompetitif.
Baca juga: Mengapa Sustainability Initiative Menjadi Prioritas Perusahaan?
Penuhi Kewajiban Pembuatan Sustainability Report bersama Olahkarsa
Kewajiban membuat sustainability report bukan sekadar kepatuhan administratif. Laporan ini telah menjadi instrumen strategis untuk mengelola risiko, membangun kepercayaan, dan memastikan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan global.
Bagi perusahaan, pertanyaannya bukan lagi perlu atau tidak, melainkan seberapa siap menyusun sustainability report yang kredibel, terukur, dan bernilai strategis.
Kalau perusahaanmu ingin menyusun sustainability report yang bukan sekadar “formalitas”, tetapi benar-benar patuh regulasi, rapi datanya, kuat narasinya, dan siap dinilai stakeholder, perusahaanmu bisa berkolaborasi dengan Olahkarsa.
Sebagai pionir dalam praktik sustainable bisnis yang menyediakan layanan end-to-end corporate sustainability management, Olahkarsa dapat membantu dari hulu ke hilir, mulai dari penentuan materiality, penguatan data lintas divisi, penyusunan strategi ESG, penulisan hingga finalisasi sustainability report yang kredibel dan mudah dipahami.
Yuk, hubungi Olahkarsa untuk konsultasi kebutuhan sustainability report perusahaanmu, dan pastikan laporan keberlanjutanmu jadi alat strategis untuk memperkuat reputasi serta daya saing bisnis.
Hubungi Minno untuk informasi lebih lanjut: 08112130130
Referensi:
- Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
- Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara. (2017). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 Tahun 2017.