Dalam PerMen LH/BPLH No. 7 Tahun 2025, Eco Inovasi terintegrasi dengan Life Cycle Assessment, Ekonomi Sirkular, dan Skema Perdagangan Karbon/Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Melalui PerMen tersebut, artinya Eco Inovasi dinilai kuat, apabila ada metodologi, jejak data, dan keterkaitan sistemnya.
Melalui integrasi eco inovasi yang tepat, hal ini dapat mengubah inisiatif hijau menjadi bagian strategi bisnis. Sehingga, perusahaan mendapatkan manfaat lingkungan, operasional, hingga reputasi secara bersamaan.
Baca juga: SROI: Cara Mengukur Dampak Sosial Program Secara Kuantitatif dan Terukur
Memahami Konsep Eco Inovasi
Apa Itu Eco Inovasi?
Eco inovasi adalah inovasi yang mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Inovasi ini bisa berupa produk, proses, teknologi, atau model bisnis baru. Berbagai lembaga internasional menjelaskan konsep eco inovasi dengan penekanan yang mirip.
- PerMen LH/BPLH No. 7 Tahun 2025, menjelaskan bahwa eco inovasi adalah inovasi untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Bentuknya dapat berupa produk, proses, atau model bisnis yang lebih ramah lingkungan.
- OECD menekankan eco inovasi sebagai inovasi yang mendukung pertumbuhan hijau. Artinya, inovasi tetap mendorong aktivitas ekonomi sambil mengurangi tekanan terhadap lingkungan.
- UNEP juga menyoroti peran eco inovasi bagi perusahaan dan UKM. Eco inovasi membantu meningkatkan efisiensi sumber daya dan membuka peluang pasar baru.
Intinya, eco inovasi tidak hanya “lebih ramah lingkungan”. Melainkan, eco inovasi juga dirancang untuk relevan secara bisnis dan mendukung daya saing perusahaan.
Baca juga: Sustainable Livelihood Framework dalam Inovasi Sosial
Integrasi Eco Inovasi dengan Life Cycle Assessment (LCA)
Apa yang dimaksud keterkaitan dengan LCA?
Peraturan Menteri LH/BPLH No.7 Tahun 2025 menilai adanya keterkaitan eco inovasi dengan hasil kajian Life Cycle Assessment. LCA membantu melihat dampak dari bahan baku hingga akhir masa pakai. Keterkaitan ini berarti inovasi menjawab hotspot dampak yang ditemukan pada kajian LCA.
Penilaiannya melihat porsi data pengukuran langsung yang terintegrasi dalam perhitungan LCA. Selain itu, ruang lingkup LCA dapat mencakup cradle to grave, cradle to gate, atau gate to gate. Semakin kuat data primernya, maka semakin kuat pembuktian dampak inovasinya.
Salah satu contoh yang relevan antara integrasi eco inovasi dengan LCA adalah redesign kemasan untuk menurunkan jejak emisi dan limbah pada fase penggunaan. Melihat, substitusi bahan baku untuk menurunkan dampak pada fase akuisisi dan produksi. Hingga melakukan optimasi proses untuk menurunkan energi dan emisi pada fase operasi.
Baca juga: Bagaimana Sustainability Consulting Membantu Perusahaan Naik Level dalam Kinerja ESG
Integrasi Eco Inovasi dengan Prinsip Ekonomi Sirkular
Makna memenuhi prinsip ekonomi sirkular
Ekonomi sirkular menekankan pencegahan limbah, pemakaian ulang, dan daur ulang material. Prinsip ini menggeser pendekatan end of pipe menjadi reduce at source.
Selain itu, dalam integrasi eco inovasi ke ekonomi sirkular, ada pengukuran penurunan timbulan limbah, peningkatan pemanfaatan, atau efisiensi material. Lalu, perubahan desain proses, desain produk, atau mekanisme pengambilan kembali produk. Hingga perhitungan manfaat biaya dan nilai tambah pada rantai nilai, bila relevan.
Contoh dari integrasi antara eco inovasi dan ekonomi sirkular, melalui program take-back untuk produk pasca pakai dan pengolahan kembali materialnya. Pemanfaatannya by-product menjadi substitusi bahan baku di proses lain. Lalu, di desain ulang produknya agar mudah diperbaiki, dibongkar, dan didaur ulang.
Baca juga: Strategi Meningkatkan ESG Rating Perusahaan
Integrasi Eco Inovasi dengan Perdagangan Karbon atau NEK
Makna terhubung dengan skema karbon atau NEK
Integrasi eco inovasi menekankan emisi yang dihitung, diturunkan, dan dapat dibuktikan. Skema dapat mencakup partisipasi proyek karbon dan bukti kredit karbon.
Selain itu, ada baseline emisi dan metodologi perhitungan yang konsisten lintas periode. Lalu, bukti penurunan emisi yang dapat ditelusuri ke intervensi inovasi. Hingga, apabila ikut perdagangan karbon, siapkan bukti relevan perolehan kredit karbon.
Penggantian bahan bakar menuju energi terbarukan untuk proses utama menjadi salah satu contoh integrasi antara eco inovasi dan perdagangan karbon. Efisiensi energi yang menurunkan emisi, lalu dihubungkan ke rencana dekarbonisasi. Kemudian, optimasi rantai pasoknya menurunkan emisi tidak langsung, apabila data yang dibutuhkan tersedia.
Baca juga: Mengapa Sustainability Initiative Menjadi Prioritas Perusahaan?
Peran Konsultan dalam Mendukung Integrasi Eco Inovasi dengan LCA, Ekonomi Sirkular, & NEK
Banyak perusahaan memahami pentingnya integrasi, tetapi kesulitan di tahap implementasi. Tantangannya bisa berupa kapasitas internal, pemetaan data, atau penyelarasan lintas departemen.
Konsultan keberlanjutan, seperti Olahkarsa dapat membantu memetakan posisi awal perusahaan. Mereka juga bisa merancang roadmap integrasi eco inovasi dengan Life Cycle Asessement, Ekonomi Sirkular, hingga Nilai Ekonomi Karbon yang realistis.
Dengan pendampingan yang tepat, perusahaan tidak hanya “punya program hijau”. Perusahaan memiliki sistem yang memastikan program tersebut relevan, terukur, dan berkelanjutan.
Hubungi Minno untuk informasi lebih lanjut: 08112130130
Referensi:
- LH/BPLH. (2025). PerMen LH/BPLH No. 7 Tahun 2025.
- United States Environmental Protection Agency. (2025). EMS Under ISO 14001.
- European Commission. (2025) Eco-Management and Audit Scheme (EMAS).
- Science Direct. (2025). ISO 14001 and innovation: Environmental management system and signal.
- Jiemar. (2022). Literature Review of ISO 14001 Environmental Management System Benefits and Proposed Applications in the Defense Industries.